Bersepak bola sebagai seni menuntut peranan hati atau kalbu yang berkebebasan. Tema “Welcoming The World Cup Home” di Afrika Selatan dalam arti “menyambut piala dunia ke dalam hati (home)” mengisyaratkan sepak bola sebagai sebuah seni yang bersumber dari kegiatan hati yang kreatif, yaitu hati para seniman bola yang berkebebasan.
Pesta olahraga sepak bola bola dunia antarbangsa sudah dimulai. Terkait dengan kata home dalam tema, maka kompetisi untuk memperebutkan world cup melalui seni bermain bola dapat dinyatakan juga sebagai pesta cinta dan kemanusiaan antarbangsa.
Cinta dan kemanusiaan sebagai udara di dalam si kulit yang menjadi bundar karena peranan udara secara tersirat menuntut bersepak bola sebagai seni atau produk dari kebebasan hati (kalbu) yang kreatif. Kreativitas dalam seni bermain bola membuahkan daya haru dan pesona oleh ekspresi nilai-nilai virtual seperti sportivitas,
kejujuran, kebersesamaan, dan kesetiaan kepada sesama teman sekesebelasan dalam gaya dan teknik bermain secara interaktif untuk menciptakan gol sebanyak mungkin tanpa mencederai siapapun dengan sengaja di lapangan.
Ekspresi fair play melalui pentas nilai-nilai virtual dalam bermain bola diharapkan menjadi cara menyambut world cup ke dalam hati umat manusia sedunia. Peristiwa world cup di Afrika Selatan adalah juga peristiwa kemanusiaan dalam sejarah peradaban umat manusia.
Kehadiran Nelson Mandela atau Desmon Tutu yang berperan penting dalam usaha menghancurkan rasialisme, diskriminasi dalam berbagai hal, penjajahan, dan ketidakadilan di benua hitam Afrika, juga kehadiran mereka yang cinta kemanusiaan dan cinta perdamaian di Afrika Selatan memberi warna kemanusiaan khusus pada pesta olahraga sepak bola sedunia ini.
Sebagai bangsa yang sangat mencintai seni bersepak bola, inilah sebuah momentum indah bagi kita untuk mengevaluasi diri. Bagaimanakah kesungguhan usaha kita untuk memajukan sepak bola di tanah air.
Bagaimana sepak bola dapat difungsikan untuk menanam, menumbuhkan, dan mengembangkan nilai-nilai seperti nilai kemanusiaan, cinta sesama warga dalam masyarakat plural, keadilan, sportivitas, keikhlasan dan kelapangan dada untuk menerima kekalahan tanpa amukan yang dapat merusak apa saja dan siapa saja, serta merusak citra kita yang sedang terpuruk.
Sambil bergembira ria menonton sepak bola dunia, kita pun tunduk diam dan malu serta prihatin memandang ke dalam hati negeri kita ini.
Related Posts
- No related posts found
FIFA 2010 · Sepak Bola · Welcoming The World Cup Home · World Cup

nuances pen dofollow · June 14, 2010 at 10:45 am
Indonesiaku ketiduran jadi kena wo!
aura pelupa · June 14, 2010 at 10:50 am
Suatu saat Indonesia pasti bisa jadi peserta Piala Dunia! Amin!
Annaura · June 14, 2010 at 6:07 pm
Semoga tak ada kerusuhan pakde.
salam manis dari Batam
Sang Pemberontak · June 15, 2010 at 2:51 am
aku lagi mimpi suatu hari indonesia masuk piala dunia
Hendri · June 15, 2010 at 9:26 am
Berkunjung lagi ke sini, Bang… sekedar menyapa.. dalam kegundahan hati, krn sy gak bisa masuk ke area admin di blog wp self hosting saya..
:malu2
Hendri · June 15, 2010 at 9:29 am
Seandainya Bang Iwan sudi tuk mambantu.. betapa senangya hati ini … :peluk
Hendri · June 15, 2010 at 9:29 am
dan seandainya para sahabat yang lain pun sudi tuk membantu.. ouw.. alangkah terharunya hati ini.. :berduka
Vulkanis · June 15, 2010 at 3:13 pm
:pertamax
Kalo kesana bareng Bang
Vulkanis · June 15, 2010 at 3:28 pm
Gimana kabarnya Bang ,,sehat toh..
Syukur deh kalo dalam keadaan sehat
Vulkanis · June 15, 2010 at 3:32 pm
Gimana bang bola terus nih
:ngakak
citromduro · June 16, 2010 at 3:08 am
katanya sih tahun 2022
semoga saja indonesia bisa
citromduro · June 16, 2010 at 3:09 am
saya ikut juga dong
citromduro · June 16, 2010 at 3:10 am
saya malah belum nonton sama sekali tuh PD
toko barcode · June 16, 2010 at 3:03 pm
nggak sempat nonton nih, blogging aja
toko barcode · June 16, 2010 at 3:03 pm
dimana mana semua demam WC , heboh deh
bundadontworry · June 16, 2010 at 4:11 pm
aku gak berani memimpikan indonesia akan masuk dlm piala dunia.
bukan nya pesimis, tapi melihat pertandingan di negeri ini, yg selalu rusuh, baik oleh supporter sendiri maupun pemainnya , aku prihatin Bang.
Semoga mungkin 20 atau 30 thn lagi, baru ada kemungkinan itu.
salam
Alwi · June 17, 2010 at 6:51 pm
Olah raga untuk nilai2 kemanusiaan sportifitas , fairplay, kejujuran, kesejahteraan, kesehatan, persahabatan, bukan untuk tawuran, amuk massa penjotosan wasit seperti di Indonesia heeeeee …. prihatin kita dg kondisi di negeri ini
Alwi · June 17, 2010 at 6:56 pm
Nilai2 agama juga penting dalam ajang olah raga yaitu tentang kejujuran serta keadilan. Agama mengajarkan kita untuk bersikap jujur dan adil. Sebagai atlet atau wasit dituntut untuk profesional dalam menjalaninya. Dalam bertanding, misalnya harus fairplay dan sportif. Serta sebagai wasit, harus bersikap adil dan tidak membela salah satu kelompok pemain. Jadi hubungan olahraga dan agama itu sangat penting.
Untuk pemain jg sangat penting, sebelum bertanding berdoa dulu. Disetiap pertandingan olahraga setiap atlet pun harus menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran,karena tujuan dari olahraga itu sendiri adalah kerendahan hati dalam kemenangan dan kesetiakawanan dalam kekalahan. Apabila seorang atlet memenangi pertandingan diharapkan dapat rendah hati tidak sombong, dan mampu membangkitkan semangat kepada lawan yang kalah. Seperti sifat Rosul yang selalu sederhana tidak pernah sombong dan selalu menyayangi setiap manusia tanpa harus memandang status orang tersebut
attayaya · June 18, 2010 at 10:37 am
met siang makassar
apa khabarnya?
dah mau jumatan ya
sawali tuhusetya · June 19, 2010 at 1:25 am
sebuah analisis dan refleksi yang mantab dan mencerahkan, bang. ternyata permainan sepak bola memiliki kandungan nilai falsafi yang luar biasa.
Alwi · June 19, 2010 at 2:12 pm
Tapi kalau iklim Indonesia masih kek gini kayaknya susah dapat kepercayaan sbg tuan rumah,
Alwi · June 19, 2010 at 2:13 pm
Masih banyak keributan di mana-mana
attayaya · June 19, 2010 at 2:30 pm
semoga cepet sembuh ya bang
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:38 pm
Selamat siang Kembali Pakanbaru…
disini udah Bang.
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:40 pm
Ketiduran atau lagi ongkang2 kaki Kang?
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:41 pm
Betul kang…. Manajemennya masih perlu diperbaiki, terutama juga mental para pemain dan supporter.
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:41 pm
Salam kembali dari Soppeng…
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:42 pm
Semoga saja mimpinya jadi kenyataan.
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:43 pm
Turut prihatin..
Moga blognya bisa cepat pulih Kang…
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:43 pm
lebih bagus kalau bareng bertiga Kang..
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:46 pm
Saya setiap malam nonton Kang..
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:46 pm
Alhamdulillah Kang… sehat wal’afiat.
Bang Iwan · June 19, 2010 at 3:47 pm
Betul Kang…. kita prihatin dengan seringnya terjadi kerusuhan dalam event sepakbola kita.
the others... · June 19, 2010 at 4:19 pm
Semoga saja persepakbolaan Indonesia dapat maju. Amin..
barajakom · June 25, 2010 at 10:21 am
indonesia masih sibuk dengan urusan markus dan koruptor, jangan jangan sepak bola juga ikutan di maskus lagi
my little princess · July 3, 2010 at 7:55 pm
aku sampai rebutan ama ayah kalau mau nonton upin dan ipin
my little princess · July 3, 2010 at 7:58 pm
gimana ya memang menarik sih
munir ardi · July 10, 2010 at 4:26 pm
nggak terasa udah mau berakhir piala dunianya
munir ardi · July 10, 2010 at 4:28 pm
nanti kamu bakal puas nonton kalau world cup udah selesai