Anggota Badan Anggaran DPR Bambang Soesatyo mengatakan, wacana kemungkinan dilakukannya redenominasi rupiah sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan kepanikan masyarakat.
“Wacana redenominasi rupiah bisa menimbulkan panik dalam masyarakat kita, karena bisa disalahtafsirkan sebagai sanering atau pemotongan nilai uang,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (3/8).
Bank Indonesia telah melontarkan wacana kemungkinan dilakukan redenominasi rupiah. Redenominasi adalah pengurangan nilai pecahan mata uang tanpa mengurangi nilainya. Bentuk redenominasi rupiah yang tengah digagas BI adalah menghilangkan tiga angka nol terakhir. Jadi pecahan Rp1.000 akan menjadi Rp1. BI telah melakukan studi banding ke negara-negara yang telah melakukan redenominasi nilai mata uangnya serta Turki dan Rumania.
BI menegaskan, redenominasi tidak sama dengan sanering atau pemotongan nilai mata uang. Dalam redenominasi mesti tiga angka nol terakhir dihilangkan, tetapi nilainya tetap sama.
Menurut BI, uang dengan nominal besar seperti sekarang kurang efisien serta merepotkan pembayaran. Karena itu, kebijakan redenominasi tersebut diharapkan akan bermanfaat besar bagi perekonomian yang akan membuat pencatatan dan pembukuan akan lebih efisien.
Menurut Bambang, inisiatif Darmin mewacanakan redenominasi rupiah saat ini sungguh sangat berbahaya. “Bahkan sangat mungkin mendorong masyarakat, khususnya deposan besar, untuk tidak percaya lagi terhadap valuta rupiah,” katanya.
Karena itu, sebelum masyarakat dibuat kalang kabut, pihaknya berharap Komisi XI DPR dan juga Presiden, memerintahkan Darmin berhenti mewacanakan redenominasi rupiah. Pertama, karena isu redenominasi rupiah adalah persoalan yang teramat sensitif bagi semua elemen masyarakat. Kedua, karena redenominasi rupiah bukan soal yang sangat penting untuk saat ini.
Menurut Bambang, sebagai Gubernur BI yang baru, Darmin mestinya memprioritaskan upayanya menurunkan suku bunga untuk kredit investasi dan kredit modal kerja bagi pemulihan kinerja sektor riil dalam negeri, merancang pembiayaan usaha khusus yang bisa diserap UMKM, mewaspadai dan mengelola gelembung ‘hot money’ serta ‘memaksa’ pemodal dan pemilik asing dalam industri perbankan aktif membiayai investasi baru.
Menurut Bambang, hal yang disebutkanya itu prioritas permasalahan dewasa ini, bukan redenominasi rupiah. “Darmin Nasution seperti dokter menawarkan obat yang salah. Ketika perekonomian kita butuh kebijakan suku bunga yang kompetitif, Gubernur Bank Indonesia yang baru ini malah bicara redenominasi rupiah, sesuatu yang sama sekali tidak relevan dengan keinginan bersama memulihkan kinerja dunia usaha nasional,” kata Bambang.
Dalam konteks ini, kata Bambang, peran Komisi XI DPR menjadi sangat penting karena ada kontrak politik saat memilih Darmin sebagai Gubernur BI. Bambang menjelaskan, salah satu hal dari kontrak politik itu adalah mewajibkan atau perintah kepada Darmin untuk merancang kebijakan moneter yang mendukung pembangunan, pemulihan dan penguatan kinerja dunia usaha nasional.
“Salah satu aspek paling utama yang harus dikerjakan Darmin saat ini adalah segera memperkecil ‘spread’ bunga deposito dan bunga kredit untuk kegiatan produktif, agar penurunan suku bunga segera terwujud,” katanya.
Bambang menilai, inisiatif Darmin mewacanakan isu redenominasi rupiah sebagai upaya mengalihkan persoalan. “Mungkin, Darmin khawatir tak bisa menurunkan suku bunga sebagaimana diharapkan masyarakat dan DPR,” katanya.
Bambang menegaskan, bukannya redenominasi rupiah tidak penting, tetapi perlu menekan agar jangan ceroboh mengelola isu yang satu ini. “Lebih dari itu, redenominasi rupiah bukan masalah yang harus diprioritaskan sekarang,” kata Bambang.
Source :
MediaIndonesia.Com
Related Posts
- No related posts found
BI · DPR · Opini · Redenominasi

aura pelupa · August 4, 2010 at 2:24 pm
Memang belum waktunya redenominasi dilakukan, perlu biaya tinggi dan situasi juga tidak memungkinkan, pikirkan dulu kesejahteraan dan keamanan rakyat.
nuansa pena · August 4, 2010 at 2:32 pm
Ekonomi rakyat seperti ini kok buat usulan redenominasi, harusnya pikirkan bagaimana rakyat mendapat kucuran dana tanpa anggunan untuk usaha yang terbimbing sehingga meningkatkan kesejahteraannya.
nuansa pena · August 4, 2010 at 2:33 pm
Dua komentar ku kemana ya!
nuansa pena · August 4, 2010 at 2:34 pm
Atau terlalu panjang sehingga tertahan?
the Success Ladder · August 4, 2010 at 3:34 pm
Amazing post. I have bookmarked your site. I am looking forward to reading more
dJumTKS Weblog · August 4, 2010 at 4:14 pm
benar2 wacana yang saya dengar hari ini membuat masyarakat akan binggung da npanik meski baru sebatas wacana
alamendah · August 4, 2010 at 5:06 pm
Masih banyak yang nggak paham
Unieke Info · August 5, 2010 at 1:01 am
wahhh kemaren mw naikin harga tarif listrik & sembako… sekarang redenominasi
:mewek
haduh2…
PUTRI MALU · August 5, 2010 at 7:08 am
Saya sempat dengar ramai diperbincangkan, syukurlah dapat penjelasannya disini
PUTRI MALU · August 5, 2010 at 7:09 am
Sekarang udah muncul Kang…
Bang Iwan · August 5, 2010 at 7:10 am
Iya….. sekarang udah dikeluarin
toko barcode · August 5, 2010 at 6:05 pm
Hanya untuk alihkan isu isu penting spt century gayus dll aja nih
Vulkanis · August 6, 2010 at 4:00 pm
Kita jangan ikutan panik ya Bang
Vulkanis · August 6, 2010 at 4:01 pm
Ya namanya taktik politik ..
Vulkanis · August 6, 2010 at 4:07 pm
Ya..nyantai aja deh
RifkyMedia™ · August 7, 2010 at 3:49 am
wah,apa hal spt ini sudah urgent? saya rasa blm begitu urgent deh
RifkyMedia™ · August 7, 2010 at 3:53 am
yg jelas sosialisasinya g semudah sosialisasi LPG yg terlambat
ruang hati · August 7, 2010 at 7:52 am
apa bedanya dengan devaluasi jaman tahun 65 dulu yah, bingung
ruang hati · August 7, 2010 at 7:54 am
selamat berakhir pekan bang Iwan
Alwi · August 8, 2010 at 12:26 am
Istilah yang susah diucapkan … apalagi penerapannya …. jadi bingugng akan implikasinya ….
RifkyMedia™ · August 8, 2010 at 8:40 pm
wah harta kekayaan saya bisa menyusut nih
RifkyMedia™ · August 8, 2010 at 8:44 pm
kok susah ya komen disini,need help
ruang hati · August 9, 2010 at 6:55 am
Selamat datang Ramadhan, Marhabban Ya Ramadhan
ruanghati blog memohon maaf setulus ikhlas dari hati untuk segala kesalahan kata dan ucap baik sengaja maupun tidak, semoga kita jelang Ramadhan kali ini dengan lebih baik dan diberikan kekuatan untuk menunikannya 1 bulan hingga Syawal.
Wassalam
bundadontworry · August 9, 2010 at 8:33 pm
wacana ini memang membuat banyak orang panik ya Bang.
apalagi setelah diberitakan, lantas dibiarkan begitu saja tanpa ada penjelasan detil,khan bikin rakyat tambah susah…………
ada ada saja caranya membuat rakyat makin susah, kapan sih bikin rakyat senang ?
salam
RifkyMedia™ · August 10, 2010 at 4:11 pm
wah lidah saya saja sampe terpeleset berkali kali,,,re re re do no mi nasi(lapar deh:D )
info solo · August 11, 2010 at 12:24 pm
redonominasi itu pelafalanya susah banget sih
… heheheheh
julicavero · August 12, 2010 at 11:03 am
santai saja..jgn panik..ikutin arus aja deh
Manajemen Emosi · August 12, 2010 at 11:09 am
bener banget…malah udah ada di benak kebanyakan rakyat berfikir kalo besok bakalan kesulitan..tapi mudah-mudahan tidak
Iseng Ngeblog · August 14, 2010 at 1:34 pm
Biasalah di Indonesia pejabat hobinya lempar wacana, tar ada politikus yang ngompor2in nah yang bingung ya rakyat biasa
munir ardi · August 15, 2010 at 2:22 pm
sayapun takut dengernya meski nggak punya uang di bank
munir ardi · August 22, 2010 at 11:42 am
mampir disini mengamankan top komentar
PUTRI MALU · August 23, 2010 at 5:04 pm
Aku juga baru mulai paham kang..
cubadak angek · September 17, 2010 at 3:31 pm
ya semoga redenominasi bisa membawa perubahan ke yang lebih baik
scooter parts · March 1, 2011 at 3:31 am
I participate in unexpected upon dorsum behind to your blog numerous times. The added articles are incredibly captivating and interesting. I unmistakeable to signup as a support to your rss parson to, so I can outfitting advised of your untrained editorials.
Kaylynn · August 2, 2011 at 12:49 pm
IJWTS wow! Why can’t I think of tinhgs like that?
jjvhkhjfizn · August 2, 2011 at 8:16 pm
8SOqHA fgwpmfbodvwn
fuwfllpfz · August 3, 2011 at 7:57 pm
iU2TN2 , [url=http://onycqmpmivdf.com/]onycqmpmivdf[/url], [link=http://xubcuhdfkdfq.com/]xubcuhdfkdfq[/link], http://xjkqcokswiej.com/
BENSONMarylou18 · August 19, 2011 at 9:17 am
I think that to receive the business loans from banks you must have a good reason. However, once I’ve received a college loan, because I was willing to buy a building.