HARI ANAK NASIONAL 2010

Pendidikan moral dan kepribadian bagi anak-anak memang bermula dari rumah oleh orang tua untuk kemudian dikembangkan di sekolah oleh guru. Tapi pendidikan berupa teladan dari lingkungan dan masyarakat luas juga memegang peranan penting.

Anak pasti akan membandingkan apa yang dilihat dan alami di lingkungan dengan pelajaran yang diterimanya dari orang tua dan guru. Bila ternyata tidak ada kesesuaian yang besar, anak bisa meragukan bahkan frustasi dan masa bodoh terhadap apa yang guru serta orang tuanya ajarkan. Continue reading

MENGAWAL GRAND FINAL PANSUS CENTURY

Perhatian ratusan juta rakyat Indonesia, dua hari terakhir, tercurah ke gedung parlemen di Senayan, Jakarta. Di tempat itu, legislator mengikuti sidang paripurna membahas tentang kesimpulan akhir Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century.

Sidang paripurna yang pada hari pertama tidak berjalan sempurna, dan berakhir tanpa makna, kemudian dilanjutkan Rabu 3 Maret kemarin, telah memperlihatkan hasilnya. Tercatatlah sejarah baru dalam pelaksanaan demokrasi. Kerja keras Pansus selama kurang lebih tiga bulan terakhir telah mendekati titik terang. Target politik yang akan dituju juga semakin dekat.

Sebenarnya, yang lebih penting dan strategis dari sikap seluruh anggota pansus, bukan pada garis kebijakan partainya, melainkan pada niat awal apakah mereka benar-benar bekerja untuk menuntaskan mega skandal Rp 6,7 triliun itu, atau sekadar berkoar-koar dan numpang tenar di seantero Nusantara melalui berbagai saluran media massa.

Bila kita menganalisis masa lalu , bila kali ini Pansus berhasil, maka sejarah akan mencatatnya sebagai keberhasilan langka. Sudah banyak pansus terbentuk, tapi senantiasa menemui jalan buntu, hingga akhirnya tidak bergaung lagi akibat dalam perjalanannya, anggota pansus banyak yang “masuk angin”.

Kerja pansus Century tidak hanya menunjuk hidung siapa yang terlibat, menyebutkan langsung namanya secara terang-benderang, atau tawar-menawar kepentingan di balik puluhan kali sidang-sidang pansus, melainkan bagaimana menjabarkan dan membukakan mata seluruh rakyat Indonesia, betapa rentannya kejahatan perbankan terjadi di Indonesia.

Begitu mudahnya rekening dan uang triliunan rupiah nasabah di seluruh penjuru negeri digerayangi. Nasabah seperti tidak berdaya. Perbuatan itu tentu bukanlah pekerjaan orang biasa, melainkan kalangan profesional dan berpengaruh di lingkungannya.

Fenomena “masuk angin” yang  diwaspadai sejak awal terbentuknya Pansus  sampai pada pengambilan kesimpulan berhail dihindari meskipun banyak pro dan kontra yang muncul. Namun, saya pribadi mengacungkan jempol kepada anggota pansus, sebab atas kegigihannya mereka telah memperlihatkan sebuah prestasi besar membongkar sebuah skandal perbankan, kendati usia kerja keparlemenan mereka masih sangat belia.

Dalam Pidatonya yang saya kutip dari Vivanews.com, Presiden SBY menanggapi hasil Sidang Paripura DPR tentang Angket Kasus Bank Century, kebijakan yang diambil pada saat itu dalam kondisi yang sulit ditengah krisis ekonomi global. Pengambilan keputusan di masa normal dan krisis tentu sangat berbeda. Pada saat situasi sedang krisis, mengambil keputusan pasti sulit karena informasinya bisa tidak lengkap dan pilihan yang tersedia tidak memadai. “Tapi, itu (keputusan) harus diambil untuk mencegah hal yang lebih buruk,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan, indikator adanya krisis perekonomian terlihat dari beberapa indikator, seperti anjloknya harga saham, rupiah mengalami depresiasi, dan cadangan devisa yang menurun.

Dalam pidatonya SBY justru memuji kemampuan, kredibilitas, dan integritas Boediono dan Sri Mulyani  yang malam itu tampil penuh senyum mendengarkan pidato.

Usai pidato, beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu menghampiri Sri Mulyani, menyalaminya dan memberikan ucapan selamat.

Bagaimana dengan tanggapan sahabat semua?…

HARI-HARI MENJELANG RAPAT PARIPURNA

Ketegangan menjelang rapat paripurna DPR yang akan memutuskan akhir dari penyelidikan skandal Bank Century oleh Pansus kian terasa. Partai Demokrat menginstruksikan anggotanya untuk tidak meninggalkan Jakarta pada saat digelar rapat paripurna 2-3 Maret 2010. Tujuannya, untuk mengamankan kemenangan jika terjadi voting.

Sementara itu, dari Liputan6.com, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amin Rais berpendapat bahwa ,  jika Presiden SBY tetap mempertahankan Boedieno, maka gelombang demonstrasi dari sejumlah elemen masyarakat bakal tak terbendung. Sehingga, kata Amien, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja pemerintahan. Namun, Amien tak bersedia menyebut nama yang pantas untuk menggantikan posisi Boediono jika nantinya pemazkulan tersebut terjadi.

Menurut mantan Ketua MPR itu, Presiden SBY kini tengah menghadapi situasi sulit lantaran harus segera mencopot atau mempertahankan Boediono. Sebab jika harus dilengserkan, diprediksi akan menimbulkan masalah karena Presiden dan Wapres dipilih rakyat dalam satu paket.

Centurygate atau skandal Bank Century sesungguhnya adalah sebuah ujian nasional bagi bangsa ini. Peserta ujiannya tidak lain adalah, pemerintah, partai politik, wakil rakyat dan juga rakyat sendiri.

Mayoritas fraksi yang ada dalam Pansus Century secara umum mengatakan memang ada masalah hukum dalam kasus Bank Century.

Masalah itu, mulai saat kasus merger, pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP), penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan bailout serta aliran dana ke bank tersebut.

Adanya masalah dan pelanggaran hukum dalam tahap-tahap tersebut sudah barang tentu berkaitan erat dengan institusi mana dan pejabat-pejabat siapa yang seharusnya bertanggung jawab. Sebab logikanya memang jika ada pelanggaran maka ada yang melanggar.

Melalui rapat pleno Pansus tersebut, rakyat pun sudah tahu bagaimana hasil yang dikemukakan oleh Pansus. Tinggal menunggu bagaimana hasil pleno Pansus tersebut dirapatplenokan lagi oleh DPR untuk dinyatakan sebagai hasil resmi pelaksanaan Hak Angket DPR.

Bagaimanakah hasil dan tindak lanjutnya kemudian dan bagaimana rakyat menyikapinya nanti, itulah yang merupakan ujian nasional yang akan menentukan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Apakah kelak kasus-kasus hukum benar-benar ditidaklanjuti melalui proses hukum secara benar dan adil? Apakah nanti pejabat-pejabat negara dan pejabat lain yang secara eksplisit disebutkan namanya akan menjalani proses hukum? Kita tunggu saja hasilnya , harapan kita semoga supremasi hukum tetap bisa ditegakkan…..