MENANG DI LIGA TERTAWA

Tertawa Itu Sehat Ketika seseorang tertawa, betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, otak mereka akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga memberi daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang. Suatu alat pengangkat beban jiwa. Patch Adams.

Salut buat PakDe Abdul Cholik yang menyelenggarakan sebuah Kontes yang bertajuk Liga Tertawa BlogCampSiana, dan dari postingan pengantar kontes beliau yang saya kutip :

Profesor  Shusumu Akubhawa, seorang ahli ngakakologi dari Gyhaaaahaha University mengatakan bahwa tertawa yang lepas dan ikhlas akan mencegah manusia menjadi makhluk yang buas dan ganas. Pendapat ini dibenarkan oleh DR. Rekmo Sadepho seorang dosen luar biasa dan berkuasa penuh dari Karang Kadempel Institute.

Menurut wanita cantik dan masih lajang ini tertawa yang lepas-bebas akan menggerakkan bibir, kepala, pundak, lutut, kaki dan bahkan meng-geal-geolkan bokong. Gerakan alat vital seluruh anggota badan tersebut tentu saja akan dapat membakar kalori setara naik sepeda onthel  antara Anyer- Jakarta.

Saya dan Putri Malu tentu saja tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk berpartisipasi…. dengan memposting artikel sesuai ketentuan.

Dalam Artikel PakDe terbitan kemarin yang berjudul  Termehek-mehek Sampai Terkapar terpilih 2 orang sahabat yang mendapatkan tali Asih Masing-masing Mbak Jum dan Mas Edi, disertai dengan pengantar PakDe bahwasetelah semua artikelnya saya baca ternyata nggak ada satupun humornya yang bisa membuat saya ngakak. Jangankan ngakak, membuat saya tersenyum saya tidak. Pizzzzzz.

Ternyata itu hanya gurauan PakDe saja, dan semalam ketika sedang dalam Acara Pengajian Majlis Ta’lim… tiba2 saya dapat SMS dari Beliau berisi pemberitahuan bahwa PUTRI MALU mendapat tali asih dan berhasil jadi Pemenang Kontes , yang termuat dalam  Postingan Mereka Agak Membuatku Tersenyum.

Dan tadi pagi, waktu buka Metrolisa… saya rasanya tidak percaya ketika PakDe datang berkomentar, dan memberi tahu bahwa saya menang dalam kontes tersebut.

Tanpa membuang waktu saya segera meluncur membaca postingan : Hanya Kau Yang Bisa Membuatku Terus Ngakak , yah,… Postingan saya yang berjudul SURAT SINGKAT berhasil menang bersama Artikel Mbak Wigati yang berjudul Di-qurban-in.

Alhamdulillah,… Saya berhasil membuat PakDe tertawa… dan mendapatkan taliasih berupa selembar bahan pakaian dari Sulawesi Utara, “bisa dibuat baju safari untuk mejeng di depan kelas”.Kata beliau.

Terima Kasih banyak PakDe…

Masalahnya sekarang bagaimana membuat PakDe mingkem????????

SURAT SINGKAT

Masa kuliah dulu nampaknya adalah masa yang paling menyenangkan, apalagi kalau kuliahnya jauh dan terpisah dengan tempat tinggal orang tua,…… kegiatan setiap harinya hanya yang itu2 saja kuliah, tidur, makan, jalan….. tanpa perlu merasa terganggu dengan aktifitas membantu orang tua.

Setelah tanggal 1 setiap bulannya, kita tinggal menunggu kiriman. Meskipun kita tahu betapa sulitnya orangtua kita mencukupi segala kebutuhan kuliah yang kita minta……. namun setiap bulannya kita selalu mengharapkan itu, dan orang tua kita selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan tersebut meskipun terkadang dengan terpaksa harus minjem kesana kemari.

Si Badu teman kos saya waktu itu sering merasa males bila nulis surat buat minta biaya kuliah ke orang tuanya. “Kalau dapet surat,… bokap langsung liat angka-angka, berapa rupiah yang saya butuhkan, tanpa membaca penjelasan saya yang lain….” Kata Badu dengan nada jengkel.

Mungkin dengan alasan itulah sehingga Badu berinisiatif menulis surat ke orang tuanya seperti berikut :

=====================================================================

Kepada Yth : Ayah dan Ibu Di Rumah.

Dengan hormat,

Mohon dikirim aslinya 10 (sepuluh) lembar
secepatnya.

Terima Kasih.

Sembah Sujud Anakda

Badu.

=====================================================================

Tentu saja kedua orang tua Badu jadi kesel dengan surat ini, namun sebagai orang tua rasa kesel itu masih bisa ditahan dan segera membalas surat Badu sebagai berikut :

=====================================================================

Anakku Badu tersayang.

Tunggu aslinya 10 (sepuluh) kali.


Ayah dan Ibu harap kamu belajar lebih giat dan lebih santun lagi, terutama dalam memperlakukan orang yang lebih tua dari kamu, terlebih lagi kepada kedua orang tuamu……..

====================================================================

Kisah ini saya ungkap sebagai wujud partisipasi saya pada Acara Liga Tertawa BlogCampSiana PakDe Cholik