MARI BICARA TENTANG CINTA

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai.

Satu tetes air mata itu menyapa air mata yang satu lagi,

” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Lantas siapa kamu?”.

Jawab tetes air mata kedua itu,

” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.”

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Alangkah mudahnya jika cinta hanya dihiasi dengan sebuah pengakuan belaka tanpa bukti. Tapi cinta itu butuh konsekuensi dan bukti amal nyata. Sebab dengan itu seorang hamba diuji oleh Allah SWT, ia akan berada di antara dua posisi, menjadi mulia atau terhina. Betapa banyak hamba yang mendahulukan cintanya kepada makhluq daripada cintanya kepada Allah SWT. Kalau itu terjadi berarti menunjukkan bahwa cinta kepada Allah dalam hati seorang hamba tersebut belum mampu mengalahkan cintanya kepada selain-Nya. Juga menunjukkan seorang hamba belum mampu mengendalikan gejolak cinta yang bersemayam dalam hatinya.

Ya, cinta memang tak pernah habis untuk diperbincangkan. Di mana pun, kapan pun dan bagaimana pun bentuk rupa cinta itu selalu ada di sana. Tumbuh subur di setiap hati para pecintanya. Ibarat air zam-zam yang tak pernah kering walau sering digunakan oleh umat manusia di belahan dunia. Terus mengalir dan tak lekang oleh waktu.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Terinspirasi dari tulisan Mbak Jumialely ‘Mencintai sepenuh hati sehingga dicintai sepenuhnya’.


Ya, cinta memang tak pernah habis untuk diperbincangkan. Di mana pun, kapan pun dan bagaimana pun bentuk rupa cinta itu selalu ada di sana. Tumbuh subur di setiap hati para pecintanya. Ibarat air zam-zam yang tak pernah kering walau sering digunakan oleh umat manusia di belahan dunia. Terus mengalir dan tak lekang oleh waktu.

7 thoughts on “MARI BICARA TENTANG CINTA

  1. I predisposed to double for up upon someone to your blog numerous times. The added articles are incredibly captivating and interesting. I unmistakable to signup with a tender-heartedness your rss fodder, so I can be answerable advised of your disrespectful editorials.

Comments are closed.