Hampir setiap saat kita dikepung dan didera oleh kegaduhan, keributan, kerusuhan, kericuhan, dan gemuruh suara massa yang mengamuk. Kesadaran dan kebebasan individual seakan lenyap tertelan oleh derasnya arus kemarahan, kepanikan, kegamangan, dan kegundahan yang menggumpal dalam hati yang sudah diracuni rasa iri, dengki, benci, dan rasa saling membalas dendam.
Kita terus-menerus tergusur entah ke mana tanpa tujuan jelas yang seharusnya dapat menggerakkan dan mengarahkan langkah-langkah kita ke suatu masa depan yang lebih berkepastian.
Berbagai pilihan yang menjadi harapan kita akhirnya mengabur, kemudian jelma menjadi kabut kelam dan kemelut yang semakin melemaskan kepekaan hati kita untuk dapat menikmati sesuatu sebagai kebahagiaan dan bukan sekadar sebuah kesenangan atau kepuasan sementara.
Namun, di tengah suasana batin yang demikian, masih terkuak sisa-sisa rindu kita pada keheningan yang bermuatan damai sejati. Suara amukan alam dan suara manusia hadir silih berganti, beriringan, atau bersamaan. Ada letusan gunung berapi, ada luapan lumpur panas, ada gempa tektonik, ada deru gelombang, ada gemuruh banjir, tanah longsor, patahan gunung, dan ada tiupan angin yang membadai.
Amukan alam telah menimbulkan bencana yang semakin menyengsarakan para warga dan kelompok masyarakat yang sudah sejak lama menderita meski tetap tahan banting oleh semacam kebodohan sebagai kekuatan yang diberi nama kesabaran.
Amukan massa, entah massa rakyat, entah massa kepolisian, entah massa satuan polisi pamong praja (Satpol PP), yang saling berbenturan dalam perang tanding, berkesudahan dengan kekalahan bersama karena semua pihak yang menjadi debu karena saling bunuh atau menjadi arang karena saling menganiaya dan saling melukai dalam amukan yang sudah tidak terkendali oleh petunjuk akal sehat dan perintah kalbu yang bersih.
Betapa banyaknya korban manusia jatuh ke dalam jurang kesia-siaan di balik reruntuhan dan kehancuran harta benda karena ulah manusia sendiri. Kita masih sedikit beruntung atau belum kehilangan harapan sama sekali karena rasa rindu pada damai sejati masih menjadi sejenis bara api dalam sekam gairah hidup yang harus dikobarkan menjadi api dan spirit baru untuk bisa berubah.
Kita ingin berubah bukan sekadar berubah, melainkan berubah demi membangun diri kembali menjadi masyarakat dan bangsa yang berkedamaian sejati. Damai sejati bisa diraih melalui perwujudan nilai keadilan dalam seluruh bidang dan aspek kehidupan kita. Karena itu, kita harus dapat menciptakan keheningan.
Hanya di dalam keheningan, yaitu suasana yang bebas atau bahkan suasana yang steril dari segala jenis cemaran amukan buatan kita, kita dapat berpikir, berenung, bersikap, dan membangun ikhtiar yang benar dan baik.
Related Posts
- No related posts found

nuances pen · April 26, 2010 at 6:52 pm
Perlu kesamaan dalam hati dan akal!
.-= nuances pen´s last blog ..Bribe is not valid =-.
Piss · April 27, 2010 at 12:40 am
Keheningan, Kedamaian sptnya sudah mulai menghilang di negeri yg katanya penuh cinta damai.
dedekusn · April 27, 2010 at 12:43 am
Semoga kedepannya keheningan, kedamaian, kesejahteraan, akan dirasakan di negeri ini.
.-= dedekusn´s last blog ..Desain Web Menggunakan HTML dan CSS =-.
Vulkanis · April 27, 2010 at 11:45 am
Kalo keheningan tengah malam di kuburan Pak…
Vulkanis · April 27, 2010 at 11:46 am
Heee..hee..
Bener kan ?
Moga selalu damai Pisss
Salam hangat dan sukses selalu
BlogCamp · April 27, 2010 at 11:50 am
Dalam keheningan kita memang lebih bisa berfikir.Apalagi dalam 1/3 malam terakhir, saat kita menghadap sang Pencipta kita bisa minta petunjuk,bimbingan, ampunan dan lain-lainnya.
Itulah penting jeda sejenak setelah seminggu bekerja membanting tulang.
Salam hangat dari BlogCamp
.-= BlogCamp´s last blog ..Puisi Ngetril Untuk Suami Suami =-.
Plesiran · April 27, 2010 at 11:57 am
Sangat aneh jika ada manusia yang tak pernah berubah, apalagi berubah kearah yang lebih baik.
Jika waktu masih kecil kita hafal Surat Al-Ikhlas masa setelah tua masih tetap itu2 saja yang dibaca.
Salam hangat dari Plesiran.
OOT : komentar disini lebih mudah daripada di tempat satunya bang.
.-= Plesiran´s last blog ..Wisata Tirta Jangari Cianjur =-.
Admin comment by Bang_Iwan · April 27, 2010 at 12:24 pm
Perubahan ke arah yang lebih baik sangat diperlukan.
Iya PakDe,… banyak sahabat yang kayaknya mengeluh.
Makasih banyak sudah mampir.,
Salam hangat selalu.
.-= Bang Iwan´s last blog ..HIBAH NOVEL SAAT POSTINGAN KE-1000 =-.
munir ardi · April 27, 2010 at 2:55 pm
hening dan kedamaian walau untuk sesaat
.-= munir ardi´s last blog ..Luangkan Waktu anda untuk Hal-hal yang bermanfaat =-.
ruang hati blog · April 28, 2010 at 6:54 am
dalam hehing ada kebijaksanaan
ria · April 28, 2010 at 1:29 pm
tempat keheninganku dikamar
hening dari hingar bingar diluar ^____^ hehe
Batavusqu · April 28, 2010 at 5:16 pm
Salam Takzim
Hening dimana engkau berada
Salam Takzim Batavusqu
.-= Batavusqu´s last blog ..Tradisi lain Masyarakat Tengger =-.
catatan kecil · April 28, 2010 at 9:22 pm
Sedang mencari keheningan dari dalam hati nih, Bang….
.-= catatan kecil´s last blog ..Luapan emosi peserta ujian nasional =-.
the others... · April 28, 2010 at 9:28 pm
Ternyata perubahan itu memang bukan hanya sekedar perubahan ya Bang… harus menuju pada kehidupan yg lebih baik (bagi diri sendiri, lingkungan, bangsa dan negara)
bundadontworry · April 29, 2010 at 10:21 am
hanya pada sepertiga malam ,kita bisa menemukan keheningan yg indah dengan bermesraan bersama Sang Khalik.
Dunia ini selalu hingar bingar dgn segala nafsu kerakusan, saatnya kita selalu ingat bahwa ini hanya sementara,hanya sekedar menumpang berteduh saja sejenak.
salam
.-= bundadontworry´s last blog ..Indahnya Menjadi Perempuan =-.
Barker27Shari · June 14, 2011 at 9:59 pm
Some time before, I really needed to buy a house for my business but I didn’t have enough money and could not order anything. Thank God my mate adviced to get the credit loans from trustworthy creditors. Hence, I acted that and used to be happy with my small business loan.
Sonny · December 26, 2011 at 1:52 pm
I can’t beilvee you’re not playing with me–that was so helpful.
lsorbuobsk · December 26, 2011 at 4:58 pm
msldAr yxxyyembuikq
Xannon · December 27, 2011 at 1:07 am
Whoever edits and publishes these atricles really knows what they’re doing.
Rosa · December 27, 2011 at 4:31 am
Haha, shouldn’t you be charging for that kind of knwoldgee?!
kxyclukpmou · December 27, 2011 at 9:21 pm
cQ3YQb , [url=http://sjejyqkeavgh.com/]sjejyqkeavgh[/url], [link=http://jleeihrvazjv.com/]jleeihrvazjv[/link], http://goaddztckdqa.com/
Rocky · December 28, 2011 at 9:28 am
You’ve ralely impressed me with that answer!
ipyvcd · December 29, 2011 at 4:47 am
ieCEHa vghphbbimymn
ywgrzycmztm · December 29, 2011 at 7:49 pm
u0DnHC , [url=http://exxpdriwcuiv.com/]exxpdriwcuiv[/url], [link=http://mbtdowksttmq.com/]mbtdowksttmq[/link], http://xrzwfnqruszz.com/