METROLISA | Learning Internet Marketing and Marketing Strategy

Apr/10

13

GARAM DI TELAGA JIWA

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.

“Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.

” Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Related Posts

    No related posts found

· ·

14 comments

  • the others... · April 13, 2010 at 7:01 pm

    Cerita yang sangat inspiratif… sarat akan renungan.
    Mantap tuh Bang…
    .-= the others…´s last blog ..Award yang tertunda =-.

  • munir ardi · April 14, 2010 at 7:31 am

    jadi intinya hati yang seluas samudera ya bang iwan, sangat mencerahkan

  • sucitro · April 14, 2010 at 12:08 pm

    mangstabs bang
    nilai filosofi kehidupan dalam posting ini

    salam dari pamekasan madura
    .-= sucitro´s last blog ..Making Posts with Expensive Ads =-.

  • sucitro · April 14, 2010 at 12:09 pm

    pencerahan yang mantabs bang

    sepahit apapun kepahitan hidup yang kita jalani namun di jalani dengan nrimo berserah diri seperti mas ardi bilang hati seluas samudra maka tidak akan ada kepahitan hidup
    .-= sucitro´s last blog ..Making Posts with Expensive Ads =-.

  • aprillins · April 20, 2010 at 4:38 pm

    setuju.. filosofis banget.. good post pak iwan..
    .-= aprillins´s last blog ..Nasi Kuning di Sebelah Gamawisata UGM Enak Loh! =-.

  • Jailyn · December 26, 2011 at 12:41 pm

    One or two to rmeemebr, that is.

  • Gracelyn · December 26, 2011 at 2:10 pm

    Just do me a favor and keep writing such tenrcnhat analyses, OK?

  • Andralyn · December 26, 2011 at 4:40 pm

    I was so confused about what to buy, but this makes it undesrtnaadble.

  • wchgjmr · December 26, 2011 at 5:06 pm

    apSGzg dqfudrudhqcg

  • vqdzbgnk · December 27, 2011 at 9:09 pm

    ukIhsL , [url=http://qwfhabbwylzy.com/]qwfhabbwylzy[/url], [link=http://pcorkethujnl.com/]pcorkethujnl[/link], http://usdgggrldvsj.com/

  • Mccade · December 28, 2011 at 12:21 pm

    That addresses seevarl of my concerns actually.

  • Keli · December 28, 2011 at 2:30 pm

    What an aewsome way to explain this-now I know everything!

  • cfhcbumflpi · December 29, 2011 at 4:47 am

    BlB3wS qoivecddjuqa

  • ohtundacmk · December 29, 2011 at 7:47 pm

    LFMvHy , [url=http://bjcpukxdshhs.com/]bjcpukxdshhs[/url], [link=http://lzrylstxluwy.com/]lzrylstxluwy[/link], http://fnzgofyjmild.com/

<<

>>

Switch to our mobile site