<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>METROLISA</title>
	<atom:link href="http://metrolisa.info/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metrolisa.info</link>
	<description>Media Teropong, Analisa, dan Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 21:42:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>HIDUP SEORANG BLOGGER 19 Ramadhan 1431 H</title>
		<link>http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger-19-ramadhan-1431-h.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger-19-ramadhan-1431-h.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 21:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Denaihati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Seorang Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[HIDUP SEORANG BLOGGER  ketika terbangun oleh sapaan isteri untuk santap sahur, rasanya ada sesuatu yang tidak lazim yang saya rasakan. Tubuh saya rasanya lunglai dan sakit bila digerakkan, namun saya berupaya untuk bangkit.
Usai makan sahur,  sambil menunggu subuh saya mencoba untuk membuka laptop dan mencoba menulis kisah HIDUP SEORANG BLOGGER.  Belum sempat kisah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong><a href="http://amriawan.blogspot.com/2010/08/hidup-seorang-blogger-berkah-ramadhan.html">HIDUP SEORANG BLOGGER</a></strong> <img title=":D" src="http://www.bayumukti.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif" alt=":D" /> ketika terbangun oleh sapaan isteri untuk santap sahur, rasanya ada sesuatu yang tidak lazim yang saya rasakan. Tubuh saya rasanya lunglai dan sakit bila digerakkan, namun saya berupaya untuk bangkit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Usai makan sahur,  sambil menunggu subuh saya mencoba untuk membuka laptop dan mencoba menulis kisah <a href="http://amriawan.blogspot.com/2010/08/hidup-seorang-blogger-sebagai-pe-er-te.html"><strong>HIDUP SEORANG BLOGGER</strong></a>.  Belum sempat kisah ini terangkai  secara utuh , Adzan Shubuh sudah berkumandang dari menara masjid yang jaraknya tidak seberapa jauh dari rumah saya.<span id="more-381"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Saya mencoba untuk menguatkan diri berjalan kaki ke Masjid untuk berjamaah Shubuh. Usai sholat, saya berdoa dan pikiran saya menerawang tentang apa yang telah saya lakukan belakangan ini sehingga kemungkinan membuat tubuh saya serasa kehilangan energi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Saya enggan mendramatisasi realitas yang terlintas dalam pikiran saya, karena saya takut jangan sampai akan berkembang menjadi semakin parah dan menegangkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Saya mencoba untuk tidak memunculkan sugesti yang nantinya akan menjadi buah pikiran yang lebih mengerikan dari kondisi sebenarnya, karena saya tahu bahwa bila terjadi kesalahan cara berpikir dalam memahami hikmah dari suatu kondisi tubuh yang rasanya tidak dalam keadaan sehat, malah akan memunculkan kesalahan dalam menyikapinya yang berdampak pada pemikiran yang lebih menderita dari kenyataan yang sebenarnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Saya pernah mendengar sebuah pencerahan dari seorang Udztads terkenal bahwa ;</span></p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Bila sikap mental kita merasakan kondisi tubuh yang menurun haruslah dijauhkan dari pikiran yang negatif karena pada dasarnya hanya akan menggiring kita pada sugesti yang lebih parah.</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Memang benar bahwa badan kita haruslah tetap sehat, karena hanya dengan badan yang sehatlah gera hidup kita akan menjadi lancar. Kalaupun tubuh kita harus sakit, suatu saat nanti, maka hati kita harus tetap berfungsi dengan baik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kita harus yakin bahwa hidup kita akan selalu dipergilirkan. Boleh jadi sekarang kita sehat, tetapi esok hari kita sakit. Ini adalah sebuah keniscayaan. Kita harus yakin bahwa segala yang ada dan yang terjadi di dunia ini, ada dalam genggaman Tuhan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kalaupun Tuhan menghendaki kita sakit, itu adalah hal yang wajar, karena tubuh kita adalah milik-Nya. Kenapa kita harus kecewa atau protes ? Ibarat seseorang menitipkan barang miliknya kepada kita. Kita harus yakin bahwa suatu saat pasti akan diambil kembali, dan sangat tidak layak bila kita menahannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Alangkah baiknya bila kita memilih ridha saja dalam menerima semua yang terjadi. Segala kekecewaan, penyesalan dan keluh-kesah, sama sekali tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Tugas kita hanyalah ridha akan ketentuan-Nya dan berikhtiar seoptimal mungkin untuk mengobati penurunan kondisi tubuh yang kita alami.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kita harus yakin bahwa Tuhan sangat adil dan bijaksana dalam menentukan sesuatu hal bagi makhluk-Nya. Tuhan Maha tahu akan keadaan tubuh kita. Semua yang ditimpakan kepada kita sudah diukur dengan sangat sempurna dan mustahil ’over dosis’.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Dengan sakit, kita dapat terhindar dari kemaksiatan yang mungkin akan kita lakukan dalam keadaan sehat.<br />
Dengan sakit, kita akan menyadari betapa penting dan mahalnya harga kesehatan yang sering kali kita sia-siakan ketika sehat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Sesungguhnya nikmat yang tiada ternilai dari Allah SWT yang terkadang kita lupa untuk mensyukurinya adalah nikmat kesehatan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Terima kasih kepada Sahabat <a href="http://denaihati.com"><strong>Denaihati</strong></a> yang telah memberikan kesempatan untuk ikutan Kontes <strong><a href="http://denaihati.com/hidup-seorang-blogger-entri-wajib-2">HIDUP SEORANG BLOGGER</a></strong> ini. Moga saja persahabatan yang indah senantiasa terjalin meskipun hanya via dunia maya</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><br />
</span></p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Artikel ini sebagai<a href="http://denaihati.com/hidup-seorang-blogger-entri-wajib-2"> entri wajib II</a> <strong>dalam</strong> <a href="http://denaihati.com/contest-hidup-seorang-blogger">Contest SEO HIDUP SEORANG BLOGGER </a>yang digelar oleh  sahabat kita <a href="http://denaihati.com/">Denaihati.com</a></span></h3>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Sementara kontes lainnya  <a href="http://amriawan.blogspot.com/2010/06/acer-aspire-one-gratis-denaihati-hidup.html">Hidup Untuk Memberi, Acer Aspire One</a> gratis untuk dimiliki.masih berlangsung sampai penghujung tahun ini.</span></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger-19-ramadhan-1431-h.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuzulul Qur&#8217;an, Malam 1000 Bulan</title>
		<link>http://metrolisa.info/nuzulul-quran-malam-1000-bulan.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/nuzulul-quran-malam-1000-bulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 22:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[17 Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Posting]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatul Qadr]]></category>
		<category><![CDATA[Nuzulul Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Muslim di seluruh dunia kini akan memasuki fase paling bersejarah dalam Islam, khususnya di bulan Ramadhan, yaitu malam turunnya Alqur&#8217;an atau yang biasa disebut Nuzulul Qur&#8217;an atau lebih populer dikenal dengan Lailatul Qadr. Malam ini dalam keyakinan umat Islam, menjajikan pahala yang begitu besar jika ibadah diterima oleh Allah Swt. 
Kata &#8220;qadr&#8221; mengandung banyak arti. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Muslim di seluruh dunia kini akan memasuki fase paling bersejarah dalam Islam, khususnya di bulan Ramadhan, yaitu malam turunnya Alqur&#8217;an atau yang biasa disebut <strong>Nuzulul Qur&#8217;an</strong> atau lebih populer dikenal dengan Lailatul Qadr. Malam ini dalam keyakinan umat Islam, menjajikan pahala yang begitu besar jika ibadah diterima oleh Allah Swt. <span id="more-373"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Kata &#8220;<strong>qadr</strong>&#8221; mengandung banyak arti. Namun secara etimologi atau istilah &#8220;qadr&#8221; diartikan sebagai takdir atau kepastian alias ketentuan. Ada juga mengasosiasikannya dengan kata &#8220;tadbir&#8221; yang perenungan. Bisa juga berarti &#8220;qimmah&#8221; artinya supremasi atau maqam alias posisi. Kedua makna terakhir yang setidaknya bisa mendeskripsikan dahsyatnya malam <strong>Lailatul Qadr. </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Yaitu sebuah peristiwa maha fenomenal dimana Alqur&#8217;an sebagai wahyu dan risalah, diturunkan ke bumi. Tak ada satupun yang lebih besar dan lebih hebat dari malam itu. Tak ada sesuatupun yang bisa menunjukkan keagungan Tuhan pada diri seorang hamba. Malam itu diyakini sebagai malam yang diliputi oleh kemuliaan hingga terbitnya fajar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Rais Syuriah PB NU, AGH Muh Sanusi Baco Lc, menerangkan, Lailatul Qadr atau yang disebut Nuzulul Quran, merupakan malam diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad Saw untuk menjadi &#8220;hudan&#8221; atau petunjuk bagi umat manusia dan secara khusus menjadi petunjuk bagi orang-orang ang bertakwa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Sanusi Baco, ulama tafsir membagi petunjuk menjadi dua jenis. Yaitu petunjuk yang bersifat umum dan petunjuk yang bersifat khusus. Petunjuk umum adalah petunjuk yang diberikan Allah kepada seluruh hambanya tentang perintah agama. Misalnya perintah menjalankan salat lima waktu itu hukumnyawajib.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Tetapi belum tentu mereka menjalankannya. Yang menjalankannya itulah, kata dia, yang mendapatkan petunjuk khusus.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">&#8220;Petunjuk khusus adalah petunjuk yang diberikan Allah kepada hambanya dan diberi kemampuan untuk melaksanakan apa yang dikatakan dari petunjuk itu,&#8221; terang Sanusi Baco kepada Fajar, Rabu, 25 Agustus.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Prof Dr HM Ghalib Muttala MA, menjelaskan, dalil yang melandasi Laitul Qadr adalah QS al-Qadr yang terdiri atas lima ayat. Di ayat kedua surah tersebut, kata dia, manusia ditanya mengenai Lailatul Qadr tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Pertanyaan itu diberikan kemudian dijawab sendiri oleh Allah karena, terang Ghalib, manusia tidak pernah bisa memberikan jawaban setiap ditanya dengan pertanyaan &#8220;wamaa ad&#8217;raka&#8221; yang berarti apakah kamu mengetahui.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Ghalib, pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Tuhan karena manusia tidak bisa mendeskripsikan seperti apa Lailatul Qadr itu. &#8220;Lalu Allah menjelaskan bahwa Laitatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan karena manusia sendiri tidak bisa menjawabnya,&#8221; terang Ghalib, saat membawakan pengajian salat Zuhur di Masjid Al Markaz, Rabu 25 Agustus, kemarin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Pada malam itu, lanjutnya, malaikat-malaikat turun ke bumi. Keutamaannya karena ibadah yang terterima pada malam itu lebih baik dari seribu bulan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Ghalib, karena usia umat Nabi Muhammad Saw pendek, hanya sekitar 60 tahun, maka kemuliaan yang diberikan adalah Lailatul Qadr karena tidak bisa beribadah selama 80 tahun lebih. Artinya kendati usia umat Islam sat ini hanya 60 tahun, tetapi dengan adanya Lailatul Qadr, mereka bisa mendapatkan kemuliaan setara dengan ibadah 80 tahun lebih.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Untuk mendapatkan malam tersebut, kata Ghalib, harus dengan ibadah integral selama Ramadan. Bukan hanya rajin beribadah di malam 17 Ramadan atau malam-malam terakhirnya. Malah, ibadah dianjurkan semakin ditingkatkan di malam-malam terakhir. &#8220;Lailatul Qadrhanya akan bisa diraih oleh mereka yang meniatkan diri untuk menanti kedatangannya,&#8221; terangnya lagi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Orang yang mendapatkan Lailatul Qadr, lanjutnya, akan mendapatkan keselamatan dan ketenteraman sampai terbitnya fajar. Orang tersebut bukan hanya memeroleh kedamian dan keselamatan di dunia, tetapi juga diakhirat sebagai tempat yang hakiki.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Untuk mendapatkannya sendiri, umat Islam diimbau berdoa supaya bisa sampai di malam itu. &#8220;Mestinya kita berbondong-bondong ke masjid untuk beribadah di akhir-akhir Ramadan. Saling mengajak teman,&#8221; katanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Terkait adanya beberapa keterangan yang mengatakan bahwa Lailatul Qadr memiliki tanda-tanda khusus, Ghalib tidak menolaknya. Namun, kata dia, ulama mepertanyakan kesahihan dalil. Meskipun ada yang menyebutkan tanda-tandanya, namun hal itu tidak sepenuhnya benar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Tanda-tanda itu, misalnya, kata dia, adanya keterangan yang mengatakan air mmbeku sat malam itu datang. Jika itu terjadi, maka umat akan fokus menunggu samapi air membeku, sementara mengabaikan ibadah kepada Allah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Ghalib, umat sebaiknya hanya fokus melaksanakan ibadah. Karena informasi tentang tanda-tanda itu, katanya, tidak begitu kuat. Yang jelas malam itu diliputi oleh kedamaian ketenteraman. Hati diliputi perasaan ketenangan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Sikap orang yang mendapatkannya juga semakin mantap dan semakin baik kepribadiannya. &#8220;Intinya bahwa orang yang mendapatkan Lalitatul Qadr adalah mereka yang mendapatkan ketenangan batin,&#8221; tutupnya.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #003366;">~~~~~~~~~~~~~</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #003366;"><span style="font-family: verdana;">Terima kasih kepada sahabat </span><a href="http://titimatra.blogspot.com/">TRIMATRA</a><span style="font-family: verdana;"> atas kesempatan yang diberikan untuk ikutan kolaborasi posting </span><strong><a href="http://titimatra.blogspot.com/2010/08/menebar-kebaikan-didunia-maya.html">Ramadhan Seribu Bulan</a><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/nuzulul-quran-malam-1000-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HIDUP SEORANG BLOGGER</title>
		<link>http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 03:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intermesso]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Seorang Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[HIDUP SEORANG BLOGGER memerlukan sebuah konsekwensi dan kesadaran tentang sebuah  blog yang merupakan media representasi di dunia maya yang anonim dan tanpa batas.  Oleh karena itu  sebagai seorang Blogger  haruslah senantiasa menunjukkan niat baik serta  menampilkan identitas yang tidak digunakan untuk menipu dan tindakan jahat lainnya .
 Dalam kesempatan ini, sebagai wujud partisipasi saya dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><a href="http://amriawan.blogspot.com/2010/08/hidup-seorang-blogger-berkah-ramadhan.html"><strong>HIDUP SEORANG BLOGGER</strong></a> memerlukan sebuah konsekwensi dan kesadaran tentang sebuah  blog yang merupakan media representasi di dunia maya yang anonim dan tanpa batas.  Oleh karena itu  sebagai seorang Blogger  haruslah senantiasa menunjukkan niat baik serta  menampilkan identitas yang tidak digunakan untuk menipu dan tindakan jahat lainnya .</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong> </strong>Dalam kesempatan ini, sebagai wujud partisipasi saya dalam <a href="http://denaihati.com/contest-hidup-seorang-blogger"><strong>Contest SEO HIDUP SEORANG BLOGGER</strong></a>, saya akan berupaya untuk kembali merunut keseharian saya sejak mencoba terjun dalam dunia bloghosphere.<span id="more-368"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Para praktisi dunia maya sudah menyadari bahwa dunia internet tidak menjamin kerahasiaan data-data pribadi seseorang  sehingga data-data pribadi tersebut harus dijaga dalam batas tertentu  agar tidak disalahgunakan oleh siapapun untuk tujuan yang tidak baik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong> </strong><a href="http://denaihati.com/hidup-seorang-blogger-entri-wajib-1"><strong>HIDUP SEORANG BLOGGER</strong></a> terkadang menjadi sebuah dilematis bila  buah pikiran dan ekspresi perasaan  yang mungkin dapat dipersepsi berbeda oleh orang lain. Oleh karena itu sebagai Seorang Blogger harus siap untuk  mempertanggungjawabkan dengan cara memberi penjelasan, atau memberikan referensi/bukti secukupnya atau memperbaiki tulisan tersebut jika memang terbukti memiliki kesalahan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Hidup Seorang Blogger haruslah menjunjung tinggi hasil karya orang lain dengan tidak melakukan  penjiplakan blog, atau mempublikasikan tulisan/photo orang lain tanpa seijin pemiliknya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Dengan senantiasa  menyadari bahwa kebebasan  berekspresi dilindungi oleh undang-undang, namun <a href="http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger.html"><strong>HIDUP SEORANG BLOGGER </strong></a> juga harus menyadari bahwa orang lain juga memiliki kebebasan untuk mendapatkan hak-hak asasi-nya, dengan senantiasa berusaha mengutamakan penyelesaian secara damai yang menguntungkan semua pihak atas segala permasalahan yang ditimbulkan atas publikasi yang terbukti melanggar hak-hak orang lain. Dan yang paling penting, siap untuk meminta maaf dan mengajukan perbaikan jika ternyata apa yang dipublikasikan terbukti memiliki kesalahan yang merugikan orang lain ataupun pihak-pihak tertentu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><a href="http://amriawan.blogspot.com/2010/08/hidup-seorang-blogger-berkah-ramadhan.html"><strong>HIDUP SEORANG BLOGGER </strong></a> juga harus senantiasa menjaga Solidaritas serta harmonisasi dikalangan narablogger dengan berusaha menjauhi sikap permusuhan baik melalui komentar atau postingan yang <strong>sengaja </strong>dimaksudkan untuk  menghina, melecehkan, mengancam, mengadu domba satu sama lain ataupun tindakan lain yang menganggu harmonisasi hubungan baik.</span></p>
<p><span style="color: #003300;"><br />
</span></p>
<h3><span style="color: #003300;">Tulisan ini sebagai Entri Wajib I &#8211; <a href="http://denaihati.com/contest-hidup-seorang-blogger"><strong>SEO Contest HIDUP SEORANG BLOGGER</strong></a><br />
</span></h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/hidup-seorang-blogger.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEKIK MERDEKA</title>
		<link>http://metrolisa.info/pekik-merdeka.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/pekik-merdeka.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 03:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[Dirgahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[TERJANGAN BADAI
HEMPASAN GELOMBANG
SORAKAN MENGHUJAT
KERIKIL TAJAM
TSUNAMI, GUNUNG MELETUS, BANJIR LUMPUR,
PESAWAT RONTOK, LEDAKAN BOM&#8230;.
SILIH BERGANTI ANTRI TAK MENGENAL WAKTU
TAK TERKIRA BERAT BEBAN UJIAN MENDERA
NYARIS MEROBOHKAN RAGA YANG KIAN RENTA
KITA TELAH LEWATI PERJALANAN PANJANG
BANGKITLAH WAHAI SEMANGAT, MUNCULLAH WAHAI KETEGARAN
MENJELMALAH WAHAI KEARIFAN
KARENA RAGA INI TELAH MERDEKA&#8230;!
SENANGKANLAH JIWA DAN RAGAMU
JIWA YANG SENANTIASA MENGGAPAI-GAPAI
BERANJAK DARI NURANI YANG DEKIL
BANGKIT DARI JIWA JALANG [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color: #000080;">TERJANGAN BADAI<br />
HEMPASAN GELOMBANG<br />
SORAKAN MENGHUJAT<br />
KERIKIL TAJAM<span id="more-363"></span></span></h4>
<h4><span style="color: #000080;">TSUNAMI, GUNUNG MELETUS, BANJIR LUMPUR,<br />
PESAWAT RONTOK, LEDAKAN BOM&#8230;.<br />
SILIH BERGANTI ANTRI TAK MENGENAL WAKTU<br />
TAK TERKIRA BERAT BEBAN UJIAN MENDERA<br />
NYARIS MEROBOHKAN RAGA YANG KIAN RENTA</span></h4>
<h4><span style="color: #000080;">KITA TELAH LEWATI PERJALANAN PANJANG<br />
BANGKITLAH WAHAI SEMANGAT, MUNCULLAH WAHAI KETEGARAN<br />
MENJELMALAH WAHAI KEARIFAN<br />
KARENA RAGA INI TELAH MERDEKA&#8230;!</span></h4>
<h4><span style="color: #000080;">SENANGKANLAH JIWA DAN RAGAMU<br />
JIWA YANG SENANTIASA MENGGAPAI-GAPAI<br />
BERANJAK DARI NURANI YANG DEKIL<br />
BANGKIT DARI JIWA JALANG YANG KADANG MERONTA TIADA TARA</span></h4>
<h4><span style="color: #000080;">KEJAYAANMU ADALAH IMPIANKU<br />
KESEJAHTERAANMU ADALAH IDAMANKU<br />
KEADILANMU ADALAH HARAPANKU<br />
KEMAKMURANMU ADALAH TUJUANKU</span></h4>
<h4><span style="color: #000080;">65 TAHUN SUDAH<br />
MERDEKA&#8230;..MERDEKA&#8230;.MERDEKA<br />
BISIKAN DI NURANI, KATAKAN DI JIWA, WUJUDKAN DI RAGA<br />
PERJUANGAN BERAT MASIH MENGHADANG<br />
KEMERDEKAAN INI HARUS TETAP DIPERTAHANKAN</span></h4>
<h4><span style="color: #000080;"><br />
</span></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/pekik-merdeka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Monyet dan Kucing Makan</title>
		<link>http://metrolisa.info/ketika-monyet-dan-kucing-makan.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/ketika-monyet-dan-kucing-makan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 08:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Intermesso]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[Monyet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Kalau pernah lihat dan perhatikan monyet diberi makan buah, pisang  misalnya, pasti kita tergelitik geli. Ketika diberi satu pisang, dia  segera mengupas kulitnya (he… he… seperti manusia juga) dan memasukkan  ke mulutnya.
Sudah selesai sampai di situ? Ternyata belum. Monyet tidak segera  mengunyah pisang itu, apalagi kalau melihat masih banyak persediaan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Kalau pernah lihat dan perhatikan monyet diberi makan buah, pisang  misalnya, pasti kita tergelitik geli. Ketika diberi satu pisang, dia  segera mengupas kulitnya (he… he… seperti manusia juga) dan memasukkan  ke mulutnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Sudah selesai sampai di situ? Ternyata belum. Monyet tidak segera  mengunyah pisang itu, apalagi kalau melihat masih banyak persediaan  pisang lain. Pisang itu disimpan dalam mulut di balik rahangnya. Tangan  monyet segera menggapai minta pisang lagi. Diberi lagi, lalu dia makan  lagi hingga kantong rahangnya penuh dan pipi serta lehernya tampak  seperti bengkak membesar.  <span id="more-358"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Sudah selesai urusan? Masih belum juga. Monyet minta pisang lagi  lalu dia genggam dengan satu tangan. Belum selesai juga, monyet masih  mau pisang, lalu dia genggam dengan dua kakinya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Lalu, terlihatlah pemandangan menggelikan, monyet yang mulutnya  penuh makanan, lalu kedua belah tangan dan kakinya masih menggenggam  makanan. Itulah contoh keserakahan yang paling sempurna dan menggelikan  yang ditunjukkan oleh monyet. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Lain cerita, pernah lihat kucing diberi makan? Ketika kucing diberi  makan, misalnya sisa nasi dan tulang ikan, walaupun makanannya ditaruh  di atas wadah, dia selalu mengambil sebagian makanan, misalnya kepala  ikan, lalu mencari tempat yang dia pandang aman, agar tidak diganggu  kucing lain, lalu makan sendiri. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Kalau ada kucing lain mendekat, pasti dia bawa lari makanannya  pindah ke tempat lain, atau dia makan sambil &#8220;menggerutu&#8221;. Ya memang  begitulah kucing kalau makan. Walaupun ada istilah malu-malu kucing,  sebenarnya kucing tidak tahu malu. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Melihat ulah kucing makan, yang suka makan sendiri dan sembunyi-sembunyi ternyata tidak kalah menggelikan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Lalu bagaimana kalau manusia makan? Jawabannya ada dua macam. Kalau  manusia makan, di sebuah pesta perkawinan misalnya, pada umumnya  sopan-sopan. Semua tertib antre, tidak ada yang berebutan (he… he…  kecuali sesekali ada juga). </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Saat mengambil makanan, kebanyakan orang mengambil makanan  secukupnya (he… he… walau ada juga sesekali yang mengambil banyak hingga  makanan di piringnya menggunung). </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;"><br />
Dalam urusan makanan sesungguhnya, di meja prasmanan, pada umumnya manusia amat sopan, tidak seperti monyet dan kucing.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Tapi dalam urusan &#8220;makanan&#8221; yang lain, banyak manusia yang  naudzubillah min dzalik, makannya lebih serakah dari monyet dan lebih  suka makan sendiri melebihi kucing, dan juga menggelikan. Makanya, tidak  heran jika muncul istilah manusia &#8220;makan aspal&#8221;, &#8220;makan beton&#8221;, &#8220;makan  proyek&#8221; dan &#8220;makan teman sendiri&#8221;. Manusia tidak lagi bertanya apa, tapi  makan siapa hari ini.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/ketika-monyet-dan-kucing-makan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wacana Redenominasi Membuat Panik</title>
		<link>http://metrolisa.info/wacana-redenominasi-membuat-panik.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/wacana-redenominasi-membuat-panik.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 05:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Redenominasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Anggota Badan Anggaran DPR Bambang Soesatyo mengatakan, wacana  kemungkinan dilakukannya redenominasi rupiah sangat berbahaya, karena  bisa menimbulkan kepanikan masyarakat.
&#8220;Wacana redenominasi rupiah bisa menimbulkan panik dalam  masyarakat kita, karena bisa disalahtafsirkan sebagai sanering atau  pemotongan nilai uang,&#8221; kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (3/8).  
Bank Indonesia telah melontarkan wacana kemungkinan dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Anggota Badan Anggaran DPR Bambang Soesatyo mengatakan, wacana  kemungkinan dilakukannya <strong>redenominasi </strong>rupiah sangat berbahaya, karena  bisa menimbulkan kepanikan masyarakat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">&#8220;Wacana redenominasi rupiah bisa menimbulkan panik dalam  masyarakat kita, karena bisa disalahtafsirkan sebagai sanering atau  pemotongan nilai uang,&#8221; kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (3/8). <span id="more-352"></span></span><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Bank Indonesia telah melontarkan wacana kemungkinan dilakukan  redenominasi rupiah. Redenominasi adalah pengurangan nilai pecahan mata  uang tanpa mengurangi nilainya.  Bentuk redenominasi rupiah yang tengah  digagas BI adalah menghilangkan tiga angka nol terakhir. Jadi pecahan  Rp1.000 akan menjadi Rp1. BI telah melakukan studi banding ke  negara-negara yang telah melakukan redenominasi nilai mata uangnya serta  Turki dan Rumania.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">BI menegaskan, redenominasi tidak sama dengan sanering atau  pemotongan nilai mata uang. Dalam redenominasi mesti tiga angka nol  terakhir dihilangkan, tetapi nilainya tetap sama.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut BI, uang dengan nominal besar seperti sekarang kurang  efisien serta merepotkan pembayaran. Karena itu, kebijakan redenominasi  tersebut diharapkan akan bermanfaat besar bagi perekonomian yang akan  membuat pencatatan dan pembukuan akan lebih efisien.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Bambang, inisiatif Darmin mewacanakan redenominasi  rupiah saat ini sungguh sangat berbahaya.  &#8220;Bahkan sangat mungkin  mendorong masyarakat, khususnya deposan besar, untuk tidak percaya lagi  terhadap valuta rupiah,&#8221; katanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Karena itu, sebelum masyarakat dibuat kalang kabut, pihaknya  berharap Komisi XI DPR dan juga Presiden, memerintahkan Darmin berhenti  mewacanakan redenominasi rupiah. Pertama, karena isu redenominasi rupiah  adalah persoalan yang teramat sensitif bagi semua elemen masyarakat.  Kedua, karena redenominasi rupiah bukan soal yang sangat penting untuk  saat ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Bambang, sebagai Gubernur BI yang baru, Darmin mestinya  memprioritaskan upayanya menurunkan suku bunga untuk kredit investasi  dan kredit modal kerja bagi pemulihan kinerja sektor riil dalam negeri,  merancang pembiayaan usaha khusus yang bisa diserap UMKM, mewaspadai dan  mengelola gelembung &#8216;hot money&#8217; serta &#8216;memaksa&#8217; pemodal dan pemilik  asing dalam industri perbankan aktif membiayai investasi baru.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Menurut Bambang, hal yang disebutkanya itu prioritas  permasalahan dewasa ini, bukan redenominasi rupiah. &#8220;Darmin Nasution  seperti dokter menawarkan obat yang salah. Ketika perekonomian kita  butuh kebijakan suku bunga yang kompetitif, Gubernur Bank Indonesia yang  baru ini malah bicara redenominasi rupiah, sesuatu yang sama sekali  tidak relevan dengan keinginan bersama memulihkan kinerja dunia usaha  nasional,&#8221; kata Bambang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Dalam konteks ini, kata Bambang, peran Komisi XI DPR menjadi  sangat penting karena ada kontrak politik saat memilih Darmin sebagai  Gubernur BI. Bambang menjelaskan, salah satu hal dari kontrak politik  itu adalah mewajibkan atau perintah kepada Darmin untuk merancang  kebijakan moneter yang mendukung pembangunan, pemulihan dan penguatan  kinerja dunia usaha nasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">&#8220;Salah satu aspek paling utama yang harus dikerjakan Darmin saat  ini adalah segera memperkecil &#8217;spread&#8217; bunga deposito dan bunga kredit  untuk kegiatan produktif, agar penurunan suku bunga segera terwujud,&#8221;  katanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Bambang menilai, inisiatif Darmin mewacanakan isu redenominasi  rupiah sebagai upaya mengalihkan persoalan.  &#8220;Mungkin, Darmin khawatir  tak bisa menurunkan suku bunga sebagaimana diharapkan masyarakat dan  DPR,&#8221; katanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Bambang menegaskan, bukannya <strong>redenominasi</strong> rupiah tidak penting,  tetapi perlu menekan agar jangan ceroboh mengelola isu yang satu ini.   &#8220;Lebih dari itu, <strong>redenominasi</strong> rupiah bukan masalah yang harus  diprioritaskan sekarang,&#8221; kata Bambang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">Source :</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;">MediaIndonesia.Com<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/wacana-redenominasi-membuat-panik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potret Negeriku Tercinta</title>
		<link>http://metrolisa.info/potret-negeriku-tercinta.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/potret-negeriku-tercinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 02:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Aku Cinta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BlogCamp]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes]]></category>
		<category><![CDATA[Pakde Cholik]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[
Merenung di malam yang sepi
Merajut mimpi tentang negeriku yang indah
Kurasakan ada tangis tersembunyi
Sayup-sayup derita yang menyeruak
Negeriku masih menyisakan lara
Lara diantara himpitan gedung bertingkat
Lara diantara keindahan alam yang disulap jadi lapangan golf
Lara  diantara  hilir mudik kendaraan pribadi yang membuat jalanan kian macet
Lara diantara pesta pora dan hedonisme kekuasaan
Berpuluh bom molotov dilontarkan.
Ribuan batu, kayu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color: #003366;"><a href="http://metrolisa.info/wp-content/uploads/2010/08/logo2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-348" title="logo" src="http://metrolisa.info/wp-content/uploads/2010/08/logo2-300x154.jpg" alt="" width="284" height="138" /></a></span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Merenung di malam yang sepi<br />
Merajut mimpi tentang negeriku yang indah<br />
Kurasakan ada tangis tersembunyi<br />
Sayup-sayup derita yang menyeruak<br />
Negeriku masih menyisakan lara<span id="more-343"></span></span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Lara diantara himpitan gedung bertingkat<br />
Lara diantara keindahan alam yang disulap jadi lapangan golf<br />
Lara  diantara  hilir mudik kendaraan pribadi yang membuat jalanan kian macet<br />
Lara diantara pesta pora dan hedonisme kekuasaan</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Berpuluh bom molotov dilontarkan.<br />
Ribuan batu, kayu dan pentungan melayang mengporakporandakan rumah dan masa depan para pedagang kaki lima.<br />
Percikan api bergumul dengan udara membakar mobil, kantor dan rumah dinas.</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Inikah potret negeriku tercinta?</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Sakitmu sakitku,<br />
Deritamu deritaku,<br />
Perihmu perihku<br />
Cobaanmu cobaanku</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;"><strong>Negeriku tercinta Indonesia</strong></span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Hidup negeriku Indonesia tercinta<br />
Moga dihempaskan jutaan buaya yang hendak menggerogotimu<br />
Moga dienyahkan bajingan tengik dan para pencuri berwajah malaikat<br />
Moga disikat habis para koruptor dan pejabat bermoral kotor</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Jangan menangis negeriku Indonesia<br />
Andaikan kami diberi kekuatan membela kedaulatanmu<br />
Andaikan kami diberi kekuatan menyingkirkan kemunafikan dan ketidakadilan<br />
Andaikan kami diberi kekuatan mengikis habis kebohongan publik</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Namun sayang kami tidak diberi kekuatan untuk itu<br />
Kami hanya bisa diam, dan menulis keluh kesah kami</span></h4>
<h4><span style="color: #003366;">Namun kami tetap berharap<br />
Agar negeriku nan elok tetap tersenyum<br />
Kami percaya pada kekuatan Illahi<br />
Kami yakin  para pencoleng tengil akan mulai dibabat habis<br />
Kami yakin pintu kebenaran segera terbuka<br />
Insya Allah… Amin.</span></h4>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #003366;">~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<br />
</span></p>
<h4><span style="color: #008000;">Puisi ini diikutsertakan dalam acara <strong><a rel="nofollow" href="http://abdulcholik.com/2010/08/01/gelar-puisi-aku-cinta-indonesia/">Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia</a></strong> di BlogCamp</span></h4>
<p><span style="color: #008000;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/potret-negeriku-tercinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAHABAT TOP KOMENTATOR JULI 2010</title>
		<link>http://metrolisa.info/sahabat-top-komentator-juli-2010.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/sahabat-top-komentator-juli-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 06:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Top Koment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Persahabatan  sejati melipatgandakan kebaikan  dan memecah-mecah                                     keburukan dalam hidup. Berupayalah  memiliki teman, karena hidup tanpa teman ibarat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Persahabatan  sejati melipatgandakan kebaikan  dan memecah-mecah                                     keburukan dalam hidup. Berupayalah  memiliki teman, karena hidup tanpa teman ibarat hidup di pulau gersang.  Menemukan seorang                                     teman sejati dalam kehidupan ini  adalah nasib baik dan berupaya untu mempertahankannya adalah berkah</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Komunikasi  dengan seorang sahabat memiliki dua efek , yaitu :  menggandakan kegembiraan, dan memotong separuh kesedihan<span id="more-332"></span></em></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003366;"><span style="font-size: large;">Berbahagialah  orang yang berbakat menjalin perhasabatan, karena                                     hal itu merupakan salah satu karunia  Tuhan yang terbaik. Menjalin persahabatan meliputi banyak kemampuan,  terutama untuk tidak                                     mementingkan diri sendiri dan untuk  menghargai keluruhan jiwa serta daya tarik orang lain</span></span></p>
</blockquote>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Semoga untaian mutiara persahabatan ini dapat mengingatkan saya  betapa  indahnya persahabatan. Mengingatkan saya kepada sahabat yang telah  memberikan warna dan senantiasa mengoreksi  apabila saya khilaf. Sahabat yang berada di samping saya saat terjatuh. Semoga persahabatan kita yang terjalin dilandaskan oleh cinta  kepada-Nya. Karena inilah seindah-indahnya persahabatan. Terima kasih  untuk sahabat-sahabatku di mana pun kalian berada, terutama untuk :</span></h3>
<h2>TOP KOMENTATOR JULI 2010</h2>
<ul>
<li><a href="http://amrhy.blogspot.com/" target="_blank"><img title="PUTRI MALU" src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=e8d11d3f8b7a06bfd07048985085e5df&amp;size=50&amp;default=" alt="PUTRI MALU" /><strong> PUTRI MALU (30)</strong></a></li>
<li><a href="http://smp3lembang.blogspot.com/" target="_blank"><img title="munir ardi" src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=4333462cac2a6e1926687099009565c4&amp;size=50&amp;default=" alt="munir ardi" /> <strong>munir ardi (26)</strong></a></li>
<li><a href="http://smpnegeri3lembang.blogspot.com/" target="_blank"><img title="my little princess" src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=cb14814493bab6c3de08b94a3612679c&amp;size=50&amp;default=" alt="my little princess" /> <strong>my little princess (21)</strong></a><strong> </strong></li>
<li><strong><a href="http://ruanghati.com/" target="_blank"><img title="ruang hati blog" src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=c8c1bed97c1059d9c5e614c6fe959cb2&amp;size=50&amp;default=" alt="ruang hati blog" /> ruang hati blog (18)</a></strong></li>
<li><a href="http://bundadontworry.wordpress.com/" target="_blank"><img title="bundadontworry" src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=6f8cca668c50474756c762f845e7d656&amp;size=50&amp;default=" alt="bundadontworry" /> <strong>bundadontworry (11)</strong></a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><a href="http://metrolisa.info/tanpamu-segalanya-tak-berarti.html"><strong>TANPAMU SEGALANYA TAK BERARTI</strong></a>, Komentar sahabat adalah nafas disetiap postingan saya, meskipun trafik dari <strong><a href="../">Metrolisa</a></strong> belumlah sebanding dengan kakaknya <strong><a href="http://amriawan.blogspot.com/">Fatamorgana</a></strong>, namun sudah bisa mengalahkan saudara-saudaranya yang lain yaitu <a href="http://setiawantara.wordpress.com/2010/04/26/film-dokumenter-gigolo-bali-gegerkan-jagad-maya/"><strong>Catatan Pembelajar</strong></a> dan <a href="http://myuliawan.blogspot.com/"><strong>My Occupation</strong></a>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Moga Tuhan senantiasa memberikan berkah buat persahabatan ini dan dapat membalas budi baik sahabat semuanya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> Salam hangat selalu.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/sahabat-top-komentator-juli-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramai dalam Kesunyian &#124; Sunyi dalam Keramaian</title>
		<link>http://metrolisa.info/ramai-dalam-kesunyian-sunyi-dalam-keramaian.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/ramai-dalam-kesunyian-sunyi-dalam-keramaian.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 04:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Jika perjalanan tafakur kita menembus batas-batas cakrawala, menapak  langit-langit hingga Sidratul Muntaha, pastilah berakhir dengan  keterjengahan hati kita, bahwa segalanya menuju, demi dan untuk Rabbul  Izzah, Allah Ta&#8217;ala. Itulah awal perjalanan keikhlasan kita, disaat  tafakur sunyi menapakai &#8220;Inna sholaati wa-Nusukii wa-Mahyaaya wa  Mamaatii Lillahi Robbil &#8216;Alamin.&#8221; (Sesungguhnya sholatku, ibadahku,  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Jika perjalanan tafakur kita menembus batas-batas cakrawala, menapak  langit-langit hingga Sidratul Muntaha, pastilah berakhir dengan  keterjengahan hati kita, bahwa segalanya menuju, demi dan untuk Rabbul  Izzah, Allah Ta&#8217;ala. Itulah awal perjalanan keikhlasan kita, disaat  tafakur sunyi menapakai &#8220;Inna sholaati wa-Nusukii wa-Mahyaaya wa  Mamaatii Lillahi Robbil &#8216;Alamin.&#8221; (Sesungguhnya sholatku, ibadahku,  hidup dan matiku hanyalah untuk Allah.).<span id="more-326"></span></span><span style="color: #003300;"><br />
Menuju Arsy kita bertemu dalam hamparan Liqo&#8217; Allah, dalam sunyi paling  sunyi, karena segala hal selain Allah sirna, dan yang ada hanyalah Wajah  Allah. Tetapi dalam sunyi paling sunyi, ghuyubul ghuyub itu, betapa  tiada terperi, berhamparan cahaya yang meramaikan, lebih ramai dari  keramaian apapun juga, karena KemahaanNya Yang Rahman bersinggasana  mengatur semesta.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Seluruhnya berada dalam genggamanNya yang serba sunyi senyap dalam  ghuyubul ghuyub, dan ketika dilepaskannya dalam hamparan keleluasaanNya,  betapa ramainya dalam taburan tasbih kepadaNya, atas Kemahasucian  asma-asmaNya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Kita baru memahamiNya ketika kembali ke dunia nyata, dengan segala  keramaian peradaban, kesemrawutan manusia, tumpukan- tumpukan problema  yang silih berganti antara cahaya dan kegelapan, bahkan suara-suara,  rupa warna tiada tara, toh  berujung pada kesunyian hati dalam sudut paling lorong, ada denyut jantung terus bersamaNya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Bagaimana tidak? Yang nyata dalam fenomena, yang tampak oleh mata  kepala, yang terdengar oleh telinga, yang teraba oleh indera, telah  membawa tarikan pesona yang mengalpakan kita di lembah Ghafalat, yang  dibuai oleh tarian-tarian syahwat,  telah melemparkan kita di batas Hijab: kita telah berada dalam jurang  jinabat. Dan Rumah Allah melarang orang-orang junub untuk memasukinya,  kecuali telah bersuci dari Jinabat Ghafalat (kealpaan pada Allah)-nya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Bertanyalah kepada bukit biru menjulang gagah, siapakah anda?  Bertanyalah pada gulungan-gulungan ombak di lautan, siapakah anda?  Bertanyalah desau angin nan lembut dan badai yang menggelora, siapakah  anda? Bertanyalah pada bunga tulip di pagi hari ketika mekar bersama  gejora dan fajar hari, siapakah anda? Bertanyalah kepada api yang  membakar dan seluruh energi semesta, siapakah anda? Ternyata semua  menjawab serentak dalam &#8220;harmoni konser pesona&#8221;: &#8220;Sesungguhnya kami  adalah fitnah, maka janganlah anda kufur!&#8221;. Jawaban yang meledakkan  seluruh dirinya, merobek seluruh nafsu kita, mencekam seluruh ketakutan, dan sekaligus mendendam kerinduan cinta kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Anda mau lari dari kenyataan? Lari dari gigitan paling pedih dari  kesunyian ruhani anda? Lari dari keterlemparan diri anda akibat dosa dan  kegelapan? &#8220;keinginanmu untuk lari menuju Tuhan dan hanya ingin sendiri  bersamaNya, hanya ingin  &#8216;anda dan Dia&#8217;, sedangkan kenyataannya anda harus menghadapi dengan alam  fikiran, logika sebab akibat, hasrat anda itu tadi hanyalah Nafsu  tersembunyi dalam bilik ketololan, kemalasan, ketidak beranian,  kepengecutan, dan kelelahan hati anda.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Hadapilah! Karena Allah tak pernah hilang, tak pernah ghoib, tak pernah  berjarak, tak pernah bergerak atau diam, tak pernah berpenjuru atau  bernuansa, tak pernah berbentuk dan berupa, tak pernah berwaktu dan  ber-ruang. Tak ada alasan apapun yang bisa menutup, menghijabi, menghalangi, menirai Allah dari  dirimu, apalagi sekedar untuk &#8220;menyendiri bersamaNya&#8221; dalam hiruk pikuk  dunia. Tanpa harus melepaskan tantangan zaman, perjuangan, kegairahan  kehambaan, kita tak pernah terhalang sedetik pun untuk menggelayut di &#8220;PundakNya&#8221; apalagi bermesraan dalam pelukanNya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Jika ruang sunyi di hatimu terganggu oleh buar dan suara-suara nafsu,  masuklah ke dalam bilih ruhmu, karena dalam bilik ruhmu ada hamparan  agung Sirrmu, dimana sunyimu menjadi sirnamu kepadaNya, bahkan tak kau  sadari kau panggil-panggil namaNya, karena kau telah berdiri di depan  GerbangNya. Kelak kita bisa kembali bersamaNya, untuk melihat dunia  nyata yang tampak di mata kepala, &#8220;BersamaNya aku melihat mereka,&#8221;  begitu sunyi ungkapan Abu Yazid Bisthami kita. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><strong>Inilah awal keberangkatan kita,</strong><strong><br />
menuju tetapi dituju,<br />
memandang tetapi dipandang,<br />
melihat tetapi dilihat,<br />
bergerak tetapi diam fana,<br />
berkata tetapi bisu,<br />
memanggil tetapi dipanggil,<br />
bersyari&#8217;at tetapi hakikat,<br />
berhakikat tetapi syari&#8217;at,<br />
bertangis dalam senyuman<br />
senyum tak menahan airmata<br />
bersunyi-sunyi tetapi ramai<br />
beramai-ramai tetapi sunyi</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Lalu kita berbondong-bondong menempuh jalan Khalwat, menuju Gua Hira  Agung tak terperi, Hira&#8217; hamparan hati. Agar hati lebih luas dari Arasy  Ilahi, berbondong-bondong melepaskan atribut- atribut manusiawi, dan  apapun alasan dan alibi  kewajaran kita, agar kita tak punya alasan lagi, untuk tidak durhaka  kepadaNya, untuk tidak menghindariNya, untuk tidak berselingkuh dengan  selain DiriNya, untuk tidak memproduksi bermilyar-milyar syetan setiap hari, untuk tidak menyembah ribuan berhala dalam hati.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Kita keluar dari khalwat menuju &#8216;Uzlah Jiwa lihatlah betapa sunyinya  keramaian peradaban manusia, betapa senyapnya suara-suara yang berdesing  atau bagaikan nyanyian tapi sunyi. Kecuali yang ramai di detak  jantungmu, Allah Allah Allah, Subhanallah Walhamdulillah wa-Laailaaha  Illallah Allahu Akbar, menyelimuti seluruh keramaian semesta. Sampai  semesta sunyi dalam kefanaan, Allahu Akbar! Walillahil Hamd. Maha Puja  Puji bagi AbadiNya.﻿</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/ramai-dalam-kesunyian-sunyi-dalam-keramaian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HARI ANAK NASIONAL 2010</title>
		<link>http://metrolisa.info/hari-anak-nasional-2010.html</link>
		<comments>http://metrolisa.info/hari-anak-nasional-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 09:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bang_Iwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[HAN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anak Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Posting Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrolisa.info/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan moral dan kepribadian bagi anak-anak memang bermula dari  rumah oleh orang tua untuk kemudian dikembangkan di sekolah oleh guru.  Tapi pendidikan berupa teladan dari lingkungan dan masyarakat luas juga  memegang peranan penting.
Anak pasti akan membandingkan apa yang dilihat dan alami di  lingkungan dengan pelajaran yang diterimanya dari orang tua dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Pendidikan moral dan kepribadian bagi anak-anak memang bermula dari  rumah oleh orang tua untuk kemudian dikembangkan di sekolah oleh guru.  Tapi pendidikan berupa teladan dari lingkungan dan masyarakat luas juga  memegang peranan penting.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Anak pasti akan membandingkan apa yang dilihat dan alami di  lingkungan dengan pelajaran yang diterimanya dari orang tua dan guru.  Bila ternyata tidak ada kesesuaian yang besar, anak bisa meragukan  bahkan frustasi dan masa bodoh terhadap apa yang guru serta orang tuanya  ajarkan.<span id="more-324"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Meski anak secara bijak bisa menilai pelajaran dari orang tua dan  guru tetap benar, sedangkan praktik di sebagian masyarakat yang tidak  benar. Namun demikian tetap kesenjangan antara praktik dengan pelajaran  tetap harus dikurangi. Di dalam upaya itu masyarakat mempunyai tanggung  jawab sangat penting.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"> “Semua lapisan masyarakat harus jadi contoh terhadap pendidikan di  negeri ini. Masyarakat berperadaban haruslah mengajarkan bahwa apa yang  anak pelajari itu pula yang anak jumpai di masyarakat,” tegas SBY.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Dalam kesempatan puncak peringatan Hari Anak Nasional. Jumat (23/7)  pagi di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini  Indonesia Indah (TMII),  Jakarta Timur. Bapak SBY juga menyinggung tentang <strong>Kasus video porno artis</strong> yang merupakan tragedi moral dan akhlak. Hendaknya  itu menjadi introspeksi pentingnya teladan dari para tokoh masyarakat  dalam bagian pendidikan bagi anak. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari situ, siapa yang  tanggung jawab dan apa yang harus kita lakukan agar tak terjadi kasus  itu di masa depan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2010, ada beberapa sahabat yang menyempatkan diri untuk menulis artikel yang berupa sumbang saran, opini, atau uneg-uneg . Semoga nantinya   bisa  menjadi sumber referensi dan instropeksi untuk lebih mendorong   kepedulian kita terhadap Anak Indonesia sebagai pewaris dan penerus   cita-cita bangsa.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Data lengkap tentang kumpulan artikel itu dapat dilihat <strong><a href="http://amriawan.blogspot.com/2010/07/hari-anak-nasional-2010-versi-blogger.html">DISINI</a></strong>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Setelah berkeliling membaca artikel yang ditulis oleh sahabat semuanya&#8230;.. saya memperoleh masukan yang sangat berarti, paling tidak dapat menjadi pemantik kesadaran kita semua terutama bagi saya tentunya sebagai seorang Guru untuk lebih peduli terhadap anak-anak sebagai penerus cita-cita bangsa,&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;">Terlebih khusus hormat saya buat <strong><a href="http://abdulcholik.com/">PakDe Cholik</a></strong> yang telah merubah setting themes <strong><a href="http://abdulcholik.com/2010/07/23/sebuah-amanah/">BlogCamp</a></strong> khusus untuk memperingati moment ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #003300;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrolisa.info/hari-anak-nasional-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
