METROLISA | Learning Internet Marketing and Marketing Strategy

Jun/10

6

DI SAAT USIA MERAMBAT SENJA

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engaku ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri. al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.

Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya.

Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup.

Dua kata kunci pada do’a ini adalah ‘syukur’ dan ‘taubat’. Hakikat syukur adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara inti tobat adalah saling ‘berbuat kebaikan’ antara manusia dengan Allah. Dimulai dari manusia yang ‘berbuat kebaikan’ dengan penyesalan kemudian dibalas oleh Allah ‘berbuat kebaikan’ dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna hakiki antara mahluk dan kholik.

Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin dengan berdo’a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran.

Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul khotimah. Amin.

Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. Hari  berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang.

Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.


Related Posts

    No related posts found

30 comments

  • nuansa pena · June 6, 2010 at 5:08 pm

    Terimakasih telah berbagi doa ini! Akan aku amalkan!

  • aura pelupa · June 6, 2010 at 5:12 pm

    Kita tidak tahu kapan nafas ini meninggalkan kita! Harus selalu siap! Semoga Allah selalu mengarahkan kejalanNYA! Amin!

  • Sang Pemberontak · June 6, 2010 at 7:44 pm

    mari isi sisa hidup kita dengan hal yang bermanfaat

  • hybrid car · June 6, 2010 at 10:04 pm

    Bagaimanapun Kepasrahan menjadi hal yang utama untuk menghadapi senja yang pasti kan tiba…

  • ruang hati berbagi · June 7, 2010 at 8:47 am

    Demi masa sesungguhnya manusia merugi, kecuali orang yg sabar dan berbagi nasehat.

  • ruang hati berbagi · June 7, 2010 at 8:56 am

    Rambut memutih kulit keriput badan mulai bungkuk badan bau tanah. Saatnya sadar m lebih awal lebih bagus

  • Vulkanis · June 7, 2010 at 6:43 pm

    Mantap Bang renungannya

  • Vulkanis · June 7, 2010 at 6:44 pm

    Setujuuuuuu sekali

  • Vulkanis · June 7, 2010 at 6:45 pm

    :ngakak

  • siroel · June 7, 2010 at 10:38 pm

    renungan saat usiaku mulai menanjak…

  • Tour, Food, and Health · June 8, 2010 at 8:03 am

    bener banget..harusnya makin tua makin bijak, namun kadang ada juga yang ga matang2 meski sudah ditempa usia…

  • the others · June 8, 2010 at 8:53 am

    Terima kasih sekali utk renungannya Bang… sudah mengingatkan aku. Sekali lagi terima kasih.

  • catatan kecilku · June 8, 2010 at 8:54 am

    Alhamdulillah…, mampir pagi hari kesini aku mendapatkan pencerahan luar biasa.

  • toko barcode · June 8, 2010 at 6:08 pm

    Eling _ Eling Kalo bahasa jawanya itu, udah udzur

  • bundadontworry · June 10, 2010 at 1:12 pm

    Alhamdulillah, aku selalu mengamalkan doa ini setiap kali sholat wajib dan tahajud,Bang.
    Sekarang usiaku sudah 50thn, dan aku selalu berusaha utk mensyukurinya setiap hari, setiap helaan nafas.
    Kapanpun, DIA bisa memanggilku dimana saja.
    dan, aku harus siap.
    Terimakasih Bang telah berbagi hal yg bermanfat ini.
    Semoga Allah swt selalu memberikan kemudahan pd kita semua kini dan pd hari akhir nanti,amin
    salam hangat utk keluarga
    semoga selalu sehat.
    salam

  • citromduro · June 10, 2010 at 5:45 pm

    rambut mulai memutih itu adalah rambu rambu bagi kita untuk lebih hati-hati dalam mengaruhi kehidupan ini

  • adin · June 11, 2010 at 7:57 pm

    Subhanallah….

  • Bang Iwan · June 14, 2010 at 1:44 pm

    Insya Allah kang,… Mari mengamalkan bersama.

  • Alwi · June 17, 2010 at 7:12 pm

    Nikmat yg paling sering dilupakan, nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat panjang umur tapi mungkin amal ibadah kita tidak sepanjang umur kita, mudah2an bisa terus meningkatkan amal ibadah kita …. “Khoirunnaasss man thola ‘umruhu wa hasuna ‘amaluhu

  • Alwi · June 17, 2010 at 7:13 pm

    walikulli ummatin ajalun fa-idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta/khiruuna saa’atan walaa yastaqdimuuna. [7:34]

  • aguestri · June 25, 2010 at 9:43 am

    Bank bikinin biar kotak komentara dmin sam pengunjung beda dunk hehehe,

  • barajakom · June 25, 2010 at 10:23 am

    terima kasih untuk pencerahannya, jadi mengingatkan kita tentang rasa syukur dan hari tua

  • my little princess · July 3, 2010 at 7:32 pm

    semoga kita semua bertambah usia semakin bijaksana

  • my little princess · July 3, 2010 at 7:34 pm

    selamat malam ya om

  • munir ardi · July 10, 2010 at 4:29 pm

    om kamu bijaksana lo nak

  • munir ardi · July 10, 2010 at 4:29 pm

    met sore kanda maaf ya mau jadi top komentator juga disini

  • Cathy · August 2, 2011 at 5:21 pm

    Wow, your post makes mine look febele. More power to you!

  • qpomxrogunt · August 2, 2011 at 7:26 pm

    ic43NJ angjvrkgvmew

  • ldlxfzjcm · August 3, 2011 at 7:53 pm

    NvpfCV , [url=http://ktufjnlgndus.com/]ktufjnlgndus[/url], [link=http://ensfbgtozmow.com/]ensfbgtozmow[/link], http://bpfyrrrfqgcp.com/

  • BrownKimberly · September 20, 2011 at 6:10 pm

    Different people all over the world get the home loans in different banks, because this is easy.

<<

>>

Switch to our mobile site